GAMBAR KIRI :
PADI MEMAKAI PUPUK KIMIA 50% DR KEBIASAAN + PUPUK ORGANIK POMI
GAMBAR KANAN :
MEMAKAI PUPUK KIMIA 100%
Minggu, 30 Mei 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
10.41
1 komentar
PADI POMI DI TULUNGAGUNG APRIL 2010
Rabu, 14 April 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
01.25
0
komentar
Minggu, 28 Maret 2010
TEMAN-TEMAN PETANI.
KITA JUGA MENYEDIKAN BENIH PADI VARIETAS 64 PUTIH / SRI PUTIH / PEPE
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
09.45
0
komentar
Kelebihan padi yang memakai pupuk bio organik POMI (bakteri pengurai NPK) dan Hormon HANTU, mendampingi pemakaian pupuk KIMIA yang porsinya sudah dikurangi :
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
07.53
0
komentar
Selasa, 09 Maret 2010
APA YANG BISA KITA PER-BUAT UNTUK DIRI KITA DAN KELUARGA.
Cukup lama berkecimpung dengan para petani, ada beberapa pernyataan dan pertanyaan yang menggelitik dari petani ketika kita sampaikan tentang pentingnya pupuk organik bagi kita semua.
Antara lain : (1) Bisakah pemakaian pupuk organik meningkatkan produktifitas ??? - pertanyaan karena keragu-raguan mereka. Harus diyakinkan dengan demoplot,
(2) Apa keuntungan pupuk organik ?? - mudah dijawab,
(3) Menyemprot mempergunakan tangki merepotkan!!!! - Perlu kearifan menjawabnya,
(4) Memakai pupuk organik dianggap sama dengan pemakaian obat-obatan Kimiawi. Perlu ketelatenan dalam memberi penjelasan dan praktek secara konsisten,
(5) Ketika dijelaskan hubungan hasil produksi pertanian organik dg kesehatan.
Ada komentar yg menggelitik : "Wah. Mathuk-e (tepatnya). Bertanam pertanian organik itu khusus untuk konsumsi keluarga saja. Biar keluarganya sehat. Karena membuat pertanian organik itu sulit. Khususnya karena banyak hama yang menyerang, dapat menggagalkan hasil produksi. Karena sistem ini memang dilarang memakai obat-obatan kimia.
Dus, hasil tani yang dijual adalah hasil pertanian biasa, yang banyak mengandalkan obat-obatan kimiawi. Khan, yang mengkonsumsi orang lain ???? !!!!".
Wah. Kalo yang ini harus diakali. Anjurkan saja tiap-tiap orang/petani membuat pertanian organik khusus untuk dikonsumsi sendiri!!!.
Wah benar juga ya? Kalo semua petani menanam secara organik untuk konsumsi keluarga. Khan keluarganya banyak. Makin merembet ke famili-famili lainnya yang sadar pentingnya upaya memelihara kesehatan melalui konsumsi kita sehari-hari.
Ya ..ya..ya...
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
07.55
0
komentar
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
06.00
0
komentar
Selasa, 02 Maret 2010
APRIL 2010 HARGA PUPUK KIMIA UREA NAIK ? TIDAK PERLU RISAU!!!
Dari berita media massa pada bulan April 2010 HET pupuk Urea naik dari Rp.1.200,-/kg menjadi Rp.1.800,-/kg. dengan kata lain harga 1 zak 50 kg Pupuk Urea semula Rp.60.000,- naik menjadi Rp.90.000,-
Meskipun kompensasi dilakukan pemerintah dengan cara menaikkan harga dasar gabah menjadi lk. Rp.2.500,-/kg gabah KS namun hal ini masih membuat risau banyak petani yang memiliki ketergantungan pada pupuk Urea tsb.
Menurut hemat kami, sesungguhnya hal tsb tidak perlu dirisaukan. Keputusan pemerintah tsb merupakan sebuah langkah tepat & strategis dan sekaligus pembelajaran bagi petani agar bersedia back to basic menuju Go ... Organik.
Perlu diingat kembali persoalan kekurangan stock pangan (beras) yang melanda negeri ini di tahun 2008 sehingga harus mengimpor dari luar negeri. Hal tsb sebagai dampak gagal panen yang melanda negeri ini karena munculnya bakteri penyakit baru yang menyerang tanaman pangan khususnya padi, dikenal dengan "santomonas" atau xanthomonas solanaceareum. Dengan beberapa ciri a.l. padi subur dimasa muda namun daun akan "nglaras/kering" pada saat batang / malai padi mulai muncul (katak/merkatak/njebul). Makin tua makin kering sehingga hasil produksi padi turun drastis.
Dari riset terpercaya disebutkan munculnya penyakit/bakteri tsb adalah sebagai dampak terlalu banyaknya petani mempergunakan Urea di lahan pertanian dan dalam jangka yang lama (terus menerus-over dosis). Penyakit ini menyerang pada hampir semua tanaman pangan.
Permasalahan tsb kini dapat diatasi dengan penggunaan pupuk berimbang yakni dengan mempergunakan pupuk organik pada pola budidaya pertanian. Dan telah dilakukan berbagai sosialisasi oleh dinas pertanian melalui tenaga PPL.
Namun demikian tugas meyakinkan petani akan pentingnya go organik adalah PR yang harus dilakukan secara kontinyu dan telaten, mengingat masih banyak petani yang belum sadar akan pentingnya pupuk organik.
Berkaitan dengan kenaikan harga pupuk urea tsb diatas (atau dengan kata lain telah terjadi pengurangan subsidi pemerintah pada pupuk kimia) harus dipandang dari sisi lain (manfaatnya)yakni sebagai upaya meningkatkan produksi beras (swasembada). Karena diharapkan petani akan beralih mempergunakan pupuk organik dalam budidaya pertaniannya.
Demikian pula ditinjau dari sisi perbaikan struktur tanah pertanian agar nantinya masih dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Pemakaian pupuk organik akan membuat struktur tanah pertanian makin subur. Hal sebaliknya dengan over dosis pemakaian pupuk kimia.
-----
Kami Team AB. Amanah Berkat secara terus menerus membuat uji coba pengurangan pupuk kimia pada budidaya pertanian di berbagai tempat khususnya pertanian tanaman padi. Bahkan melakukan uji coba pertanian organik murni non kimia. Alhamdulillah berhasil sukses dan mampu meningkatkan hasil produksi dengan kisaran antara 20%-30%. (Kang Dim - 081329405446).
-----
Beberapa foto padi dibawah ini adalah hasil uji coba penerapan pupuk organik, yakni mengurangi porsi penggunaan pupuk kima dan memperbanyak pupuk organik.
-----
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
09.54
0
komentar
RAKHA DI PAITON - JATIM
Rabu, 24 Februari 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
05.59
0
komentar
PADI SEMI ORGANIK (POMI-HANTU-ALFINASE+40%PUPUK KIMIA)
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
06.14
0
komentar
PUPUK ORGANIK a.l. POMI, HANTU dll
Ada 2 macam jenis pupuk organik yang beredar di pasaran yi.
1. Pupuk Organik Cair / Semprot a.l. merk POMI (pupuk organik mitra petani), HANTU (Hormon tanaman unggul), NASA, Golden Harvest dll. Disemprotkan ke daun, batang dan akar.
Yang memiliki harga ekonomis namun dengan komposisi berimbang dan lengkap a.l. POMI. Menyuburkan tanah dan tanaman. Namun daun cenderung berwarna hijau semu kuning pada tanaman memberi dampak peningkatan bobot pada hasil pertanian.
Hantu berdampak mempercepat pertumbuhan / pembelahan sel tumbuhan secara ekstreem dan juga berdampak peningkatan bobot pada hasil pertanian. dll. Juga berfungsi menyuburkan tanah dan tanaman
2. Pupuk Organik Tabur a.l. kompos kandang dan buatan pabrik a.l.Petroganik (subsidi), Kuda Laut, Petrobio, Eguano (kotoran kelelawar), dll. Ditabur pada akar tanaman.
Perbedaan keduanya adalah : cara penggunaan yakni jenis semprot langsung diarahkan / disemprotkan ke akar, batang dan daun sedangkan jenis tabur dengan cara ditabur di sekitar akar tanaman.
Jika pupuk organik tsb diterapkan maka dijamin tanaman akan tumbuh lebih sehat, lebih tahan terhadap serangan penyakit dan memberi hasil lebih menggembirakan.
Terpenting adalah hasil produksi sehat dikonsumsi dan hasil produksi tidak akan kalah dengan hanya mempergunakan pupuk KIMIA -> yang tidak ramah lingkungan.
GO ORGANIK !!!!!.
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
06.39
0
komentar
Rumah Kita.............. ....
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
08.49
0
komentar
DI SUPER MARKET
Jumat, 12 Februari 2010
HARGA BERAS ORGANIK MENCAPAI Rp.45.000.,-/5 KG
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
09.44
0
komentar
WACANA HIDUP
Bagaimana jika kita sedikit merenung tentang aktifitas hidup kita sehari-hari. Dimulai dari bangun pagi .... Minum air putih. Segera mengambil air wudlu dan sholat subuh. dst hingga terbit mentari pagi. Mandi...Sarapan pagi.... pergi ke aktifitas kerja sehari-hari .... ke kantor.... ke sawah .... ke pabrik... keliling sales .... dll.
Ketika kerja ada yang suka makan ngemil ....dst. Siang hari ... makan siang .... lalu kerja lagi dst hingga sore hari ... makan malam..... dst.
Pertanyaan : Ketika kita asyik makan pagi, ngemil, makan siang, makan malam dll yang berkaitan dengan memasukkan makanan ke dalam perut kita. Berapa banyak makanan yang kita konsumsi sehari mulai dari hingga malam hari yang mengandung bahan kimia / residu bahan kimia?????
Dimulai dari yang paling mendasar : makanan pokok. Nasi. Benarkah di dalam nasi yang kita konsumsi terbebas dari residu bahan kimia??? Bagaimana pula dengan sayurnya??? Bagaimana lauk-pauk atau dagingnya??? Bahkan menu minuman kita ???
Kita coba perhatikan pola pertanian yang dianut oleh sebagian besar dari petani kita baik pertanian padi-sayur-buah dst.
Dimulai dari aktifitas pemupukan yang berbahan dasar kimia. Lalu penggunaan pestisida.
Beras --> masih mengandung residu kimia
Sayur --> lebih mengerikan. Bahkan banyak dijumpai ... pagi tanaman disemprot pestisida...... sore dipetik lalu dikirim kepasar. Besok pagi harinya dibeli konsumen.
Saat memasak apakah benar dicuci hingga bersih dari residu kimia tsb??? bagaimana pula dengan lalapan yang kita makan tanpa dimasak, padahal 1-2 hari sebelumnya di lahan pertanian banyak yang disemprot bahan kimia untuk mengusir hama.
Lauk pauk --> dengan budidaya yang makin modern, penggunaan pakan yang mengandung bahan kimia makin dominan.
Minuman ??????
Makanan ringan ........ apalagi !!!
Berapa banyak residu kimia yang masuk ke dalam perut kita?????
Coba kita bandingkan dengan makin banyaknya orang yang mulai terserang berbagai macam penyakit di usia paruh baya pada saat ini dengan tingkat kesehatan orang-2 jaman dahulu yang sistem pertaniannya belum mengenal bahan-bahan kimia. Hasil pertanian yang mereka konsumsi sehari-hari bebanr-benar terbebas dari bahan kimia.
Orang jaman dahulu memiliki rata-rata usia yang panjang dan hidup sehat. Banyak diantara mereka para mbah-mbah yang berusia > 100 tahun, namun mereka sehat, dan segar meski jalannya agak membungkuk.
Bagaimana orang jaman sekarang .... Banyak diantara kita yang masih berusia muda tetapi penyakitnya berdatangan ..... mulai darah tinggi, penyakit gula, stroke dll. Bahkan kadangpula pengobatan kimiawi yang kita kenal saat inipun kadang tak mampu menanggulangi.
Memang benar usia adalah hak mutlak milik Tuhan YME. Tetapi sakit ????? Apakah kita tidak berikhtiyar??? Apakah dengan makin banyaknya bahan-bahan kimia yang masuk ke tubuh kita memiliki korelasi positif dengan makin rendahnya daya tahan tubuh dan tingkat kesehatan kita??? tentu hal ini sudah menjadi rahasia umum dan memang benar adanya.
Bagaimana cara memelihara kesehatan yang benar ??? Salah satu cara adalah dengan mengkonsumsi makanan yang bebas dari residu bahan kimia.
Oleh karena itu menggalakkan sistem pertanian organik kepada petani adalah tugas kita semua.
SAVE OUR HEALTHY....... GO ORGANIK.....
(KANG DIM)
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
10.03
0
komentar
KEUNGGULAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK PADA PADI
Selasa, 09 Februari 2010
GAMBAR diatas adalah PADI POMI+HANTU milik
Sdr, Nuryanto - Congkrang Muntilan- menerapkan
pola tsb pada lahan seluas 8.500 m2. Penggunaan
pupuk Kimia turun lk.40% dari kebiasaan.
Non Kompos Kandang.
Keunggulan dan beberapa ciri padi yang memakai pupuk organik (utamanya memanfaatkan pupuk organik tabur (granule-petroganik-[etrobio dll) dan pupuk organik semprot dhi.POMI dan HANTU):
- Warna pucuk daun hijau kekuningan (semu kuning layaknya daun muda)
- Batang tanaman lebih kuat. Tidak seperti batang padi yang over dosis pemakaian
pupuk kimia khususnya UREA yang batangnya lemas dan rawan ambruk pada
musim padi tahap pertama (musim hujan dan angin)
- Masa tanam sd panen lebih cepat. Pada umumnya maju 7 - 10 hari
- Gabah lebih mrentes - padat - berisi dibanding dengan gabah dari padi yang
hanya memakai pupuk kimia.
- Bulir pada malai terisi penuh dari pangkal hingga ujung. Sehingga kaplak (gabah
kosong) jauh berkurang.
- Penyusutan berat gabah akibat penjemuran relatif kecil.
Dengan keunggulan tsb menyebabkan hasil panen padi yang menerapkan pupuk
organik mendampingi pupuk kimia akan memiliki randemen lebih tinggi dengan
kisaran antara 20 sd 30% pada pemakaian tahap pertama.
Adapun pemakaian pupuk organik semprot POMI memiliki keunggulan atas
keseimbangan vitamin dan fitohormon yang terkandung di dalamnya selain
berbasis mikrobia yang bekerja mengurai tanah pertanian yang kelebihan
unsur NPK yang berasal dari pupuk kimia yang tidak terserap oleh tanaman.
Sebagaimana hasil riset yang dilakukan oleh para peneliti pertanian bahwa
sebagian tanah pertanian kita telah mengandung unsur NPK yang berlebihan
sebagai akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan dan akumulatif sejak tahun
70-an hingga kini (lk.40-50 tahun).
Ketika kita menaburkan pupuk kimia ke tanah pertanian diperkirakan hanya +/-
20-25% unsur hara tsb terserap oleh tanaman. Sedangkan sisanya akan tetap
di dalam tanah yang berdampak makin padat/pekatnya kondisi tanah pertanian
tsb. Kondisi ini jika dibiarkan secara terus menerus diperkirakan dalam jangka
10-12 tahun mendatang sawah kita sudah tidak produktif lagi alias gersang.
Karena tidak bisa dipakai untuk menanam tanaman pangan.
Dengan mikrobia yang terkandung di dalam POMI, maka mikrobia tsb akan
masuk ke dalam tanah dan bekerja mengurai residu unsur NPK di dalam tanah tsb
sehingga akan naik ke atas dan dapat diserap oleh tanaman.
Tentu hal ini akan effektif jika sawah dalam kondisi basah (terdapat air).
Jika sawah kekurangan air maka NPK terurai tsb tidak naik ke atas/tetap ditempat.
Tentu kemampuan mikrobia tsb juga tergantung pada kondisi dan jenis lahan pertanian.
Dengan demikian, pemakaian POMI pada sawah tidak perlu diragukan, karena
akan menjadikan tanah makin subur ditambah dengan vitamin2 dan hormon yang
lengkap dan seimbang.
Catatan :
Para pengguna POMI Kuning mendampingi pupuk Kimia pada umumnya mempertanyakan
"kenapa padi saya daunnya kok berwarna tidak hijau? Kurang mantap "
Sesungguhnya hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena terpenting daun tsb
mampu dan effektif melakukan proses membentuk sari makanan yang masuk
ke dalam bulir gabah.
Namun di beberapa tempat lalu kami terapkan pemakaian campuran antara POMI
Kuning dan POMI Hijau dg komposisi tertentu saat ini = PK 10 tutup PH 3-6 tutup,
menghasilkan beberapa keunggulan daun lebih lebar dan kuat dan serta warna
daun lebih hijau. Dan lebih menguntungkan lagi adalah hasil produksi justru lebih
baik. Ketika gabah padi sudah menguning, warna daun masih segar dan proses asimilasi
jalan terus shg lebih effektif mengisi sari makanan ke dalam gabah.
HANTU = Hormon Tanaman Unggul.
Hormon ini sangat unggul untuk menambah porsi hormon dan vitamin yang mengun-
tungkan bagi tanaman. Khususnya pada masa vegetatif akan berdampak pada makin
banyaknya jumlah anakan padi. Pada saat padi berbuah isi susu juga disemprot hormon
ini adalah untuk makin menguatkan daun dan pengisian sari makanan ke dalam bulir.
Kelebihan penambahan HANTU adalah :
- Jumlah anakan makin banyak. Perlu diketahui bahwa unsur Nitrogen pada Hormon
ini (organik) memilik jumlah yang sangat tinggi yakni 63 ppm. Padahal Urea saja hanya
lk.46 ppm
- Menambah bobot / berat gabah.
Hormon ini sangat multiguna dan cocok untuk segala jenis tanaman. Mampu membelah sel
pada tanaman dalam waktu cepat.
Penggunaan HANTU ini akan memiliki beberapa ciri khas pada tanaman padi a.l. :
- anakan lebih banyak
- warna daun lebih hijau pekat.
Pada pola campuran terapan di tangki, kami hanya mencoba menerapkan 3-5 tutup HANTU,
dicampur dengan POMI Kuning 10 tutup dan Pomi Hijau 3-6 tutup.
Dan hasil yang sudah panen : disemua tempat yang uji terapan berhasil SANGAT SUKSES.
Fisik tanaman subur dan menyenangkan bahkan sejak masa pertumbuhan.
Namun untuk hasil terbaik (paling menguntungkan) adalah : pada masa pra-tanam sawah
tetap dilakukan pemupukan Kompos Kandang dan sisa batang tanaman sebelumnya
dijadikan kompos. Lalu difermentasi dengan BeKa Decomposser. Memakan waktu minimal
7-10 hari.
Boleh menguhubungi kami :
KANG DIM : HP 081-329405446 - Distributor POMI dan agen HANTU.
-------------------------------------------------------------------------
Melayani pembelian POMI dan HANTU beserta tata aplikasinya. Jarak jauh barang
dipaketkan.
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
09.52
0
komentar
ACARA PENGENALAN PUPUK ORGANIK POMI
Senin, 08 Februari 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
07.09
0
komentar
TANAMAN JAGUNG SEMI ORGANIK MUSIM LALU DI T. AGUNG
Jumat, 05 Februari 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
21.04
0
komentar
MUNTLAN : PADI SEMI ORGANIK
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
08.04
0
komentar
Kamis, 04 Februari 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
04.37
0
komentar
GOTONG ROYONG ORANG KAMPUNG DS CONGKRANG NGECOR DAK
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
04.13
0
komentar
RAKA : HOREEE ... TERJUN MAIN PASIR!!!! AYO MAIN
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
03.58
0
komentar
warning............
JIKA INGIN LIHAT FOTO 2 IbiH BNYAK lg, KLIK PDA DASAR DASBOARD ,POSTING LAMA.,..
posting by:n@#r0wy
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
00.40
0
komentar
NUMPANG LWAT......
JIKA KALIAN TERTARIK BELAJAR MUSIK..........?????
HUB. AJA SYA: N@#ROWY (gtris evergreen) ,,.........SLAM KNAL YA _-_HE.HE....HE.........
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
00.17
0
komentar
salam.......
HORE..........!!!!
ALHAMDULILLAH EVERGREEN band dpat nominasi,SYA SENANG SEKALI TEPATNY PDA BLAN NOVEMBER LALU KMI BRU SJA MEMPERKNALKAN BAND KMI SKALIGUS MENYABET JUARA 2 DPAGELARAN MUSIK........YG DIADKN OLEH SMAGA SCHOOL........
from:n@#rowy_evergreen,''
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
00.02
0
komentar
PADI SEMI ORGANIK DAN PENGEMBANGAN
Rabu, 03 Februari 2010
"KEBERHASILAN MEMBUTUHKAN KEBERANIAN, PERHITUNGAN DAN KEPELOPORAN"
Uji pengurangan pupuk Kimia hingga 60% dan menggantinya dengan pupuk organik a.l. kompos, organik tabur serta pupuk organik semprot POMI (Kuning+Hijau) dan Hormon HANTU di desa Congkrang, Muntilan.
Pengurangan pupuk Kimia pada lahan ini terhitung sudah ke 3 kalinya.
Hasil ke 1 dan ke 2 : panen sangat optimal, randemen naik lk. 30% ditinjau dari bobot berat beras.
Keuntungan lainnya : warna beras lebih bening, bentuk lebih bulat berisi, masa panen maju 7 - 10 hari lebih cepat, daun masih hijau semu kuning saat gabah sudah menguning. Terpenting adalah rasa beras lebih enak / punel / pulen serta lebih sehat karena kadar residu kimia pada beras sangat jauh berkurang.
PENGEMBANGAN :
---------------------
Saat ini sedang di-uji-coba-kan PADI ORGANIK MURNI NON KIMIA" di Jombor-Sukoharjo yang dilakukan oleh Team (A. Dimyati, Fajar, dan Suryanto) yakni di lahan pertanian milik Universitas Veteran (UNIVET Sukoharjo) seluas 2.200 m2. Status lahan : sewa (bagi hasil).
Pada penanaman padi ini dilakukan secara full organik, tidak memakai pupuk kimia, tidak memakai obat-obat kimiawi dalam proses budidaya tanaman PADI.
Riwayat lahan/sawah :
-----------------------
Pada lahan ini selama 3 tahun berturut-turut tidak pernah ditanami apapun.
Kemudian oleh Team dilakukan pembongkaran dan diolah untuk menjadi lahan pertanian produktif.
TAHAP-TAHAP yang kami lakukan untuk penanaman PADI ini adalah :
-------------------------------------------------------------------------
- Pengolahan lahan (setelah perombakan lahan tanah)
Dengan cara Fermentasi yakni pembuatan kompos dari sisa-sisa tanaman hidup (rumput)
melalui penyemprotan BEKA Decomposser plus. 1 liter langsung dihabiskan. Lalu lahan
dibajak / dibalik. Kondisi air dibuat nyemek-nyemek. Lalu lahan dibiarkan selama 1 (satu)
minggu untuk menunggu proses fermentasi tsb.
- Penanaman Bibit Padi
Penanaman bibit dilakukan dengan pola jajar Legowo 7.
- Pemupukan
Pupuk untuk menyuburkan PADI tsb adalah mempergunakan jenis - jenis pupuk organik sbb:
o Pupuk Organik Tabur (Petroganik) sebanyak 120 kg
o Pupuk Organik Cair / Semprot a.l. :
- Pomi Kuning
- Pomi Hijau
- Alfinase
- Hormon Hantu
Ke-empat jenis pupuk organik cair tsb dicampur dan dimasukkan ke dalam tangki semprot
dengan komposisi : PK 10 tutup, PH 3 tutup, Alfinase 1 tutup dan Hormon Hantu 3 tutup.
Dosis dibuat tinggi untuk irit jumlah tangki. Karena menyemprot dengan tangki cukup
melelahkan.
HASIL SEMENTARA :
-----------------------
o Kalkulasi biaya relatif berimbang, namun dengan adanya kenaikan harga pupuk kimia di
tahun ini maka pola ini lebih efisien.
o Pada kondisi saat ini kondisi tanaman sangat subur.
LOKASI LAIN DI KAB. SUKOHARJO adalah Di desa Krajan seluas 3.500 m2, di desa
Jombor seluas 2.200 m2. Namun di 2 tempat terakhir ini masih mempergunakan pola semi organik. Karena riwayat pemupukan di sawah tsb adalah memakai pupuk kimia dosis tinggi.
Sehingga jika dilakukan PADI Organik murni dimungkinkan hasil tidak optimal, karena masih
adanya ketergantungan tanah pada pupuk kimia. Penggeseran dilakukan secara bertahap.
Dimulai langsung sebesar 50% dari kebiasaan.
Hasil sementara : positif di desa Jombor.
Didesa Krajan : agak terganggu akibat kurang air pada masa pertumbuhan. Masih dicoba diatasi dengan penambahan dosis pupuk organik cair dan tabur.
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
08.54
0
komentar




































