"KEBERHASILAN MEMBUTUHKAN KEBERANIAN, PERHITUNGAN DAN KEPELOPORAN"
Uji pengurangan pupuk Kimia hingga 60% dan menggantinya dengan pupuk organik a.l. kompos, organik tabur serta pupuk organik semprot POMI (Kuning+Hijau) dan Hormon HANTU di desa Congkrang, Muntilan.
Pengurangan pupuk Kimia pada lahan ini terhitung sudah ke 3 kalinya.
Hasil ke 1 dan ke 2 : panen sangat optimal, randemen naik lk. 30% ditinjau dari bobot berat beras.
Keuntungan lainnya : warna beras lebih bening, bentuk lebih bulat berisi, masa panen maju 7 - 10 hari lebih cepat, daun masih hijau semu kuning saat gabah sudah menguning. Terpenting adalah rasa beras lebih enak / punel / pulen serta lebih sehat karena kadar residu kimia pada beras sangat jauh berkurang.
PENGEMBANGAN :
---------------------
Saat ini sedang di-uji-coba-kan PADI ORGANIK MURNI NON KIMIA" di Jombor-Sukoharjo yang dilakukan oleh Team (A. Dimyati, Fajar, dan Suryanto) yakni di lahan pertanian milik Universitas Veteran (UNIVET Sukoharjo) seluas 2.200 m2. Status lahan : sewa (bagi hasil).
Pada penanaman padi ini dilakukan secara full organik, tidak memakai pupuk kimia, tidak memakai obat-obat kimiawi dalam proses budidaya tanaman PADI.
Riwayat lahan/sawah :
-----------------------
Pada lahan ini selama 3 tahun berturut-turut tidak pernah ditanami apapun.
Kemudian oleh Team dilakukan pembongkaran dan diolah untuk menjadi lahan pertanian produktif.
TAHAP-TAHAP yang kami lakukan untuk penanaman PADI ini adalah :
-------------------------------------------------------------------------
- Pengolahan lahan (setelah perombakan lahan tanah)
Dengan cara Fermentasi yakni pembuatan kompos dari sisa-sisa tanaman hidup (rumput)
melalui penyemprotan BEKA Decomposser plus. 1 liter langsung dihabiskan. Lalu lahan
dibajak / dibalik. Kondisi air dibuat nyemek-nyemek. Lalu lahan dibiarkan selama 1 (satu)
minggu untuk menunggu proses fermentasi tsb.
- Penanaman Bibit Padi
Penanaman bibit dilakukan dengan pola jajar Legowo 7.
- Pemupukan
Pupuk untuk menyuburkan PADI tsb adalah mempergunakan jenis - jenis pupuk organik sbb:
o Pupuk Organik Tabur (Petroganik) sebanyak 120 kg
o Pupuk Organik Cair / Semprot a.l. :
- Pomi Kuning
- Pomi Hijau
- Alfinase
- Hormon Hantu
Ke-empat jenis pupuk organik cair tsb dicampur dan dimasukkan ke dalam tangki semprot
dengan komposisi : PK 10 tutup, PH 3 tutup, Alfinase 1 tutup dan Hormon Hantu 3 tutup.
Dosis dibuat tinggi untuk irit jumlah tangki. Karena menyemprot dengan tangki cukup
melelahkan.
HASIL SEMENTARA :
-----------------------
o Kalkulasi biaya relatif berimbang, namun dengan adanya kenaikan harga pupuk kimia di
tahun ini maka pola ini lebih efisien.
o Pada kondisi saat ini kondisi tanaman sangat subur.
LOKASI LAIN DI KAB. SUKOHARJO adalah Di desa Krajan seluas 3.500 m2, di desa
Jombor seluas 2.200 m2. Namun di 2 tempat terakhir ini masih mempergunakan pola semi organik. Karena riwayat pemupukan di sawah tsb adalah memakai pupuk kimia dosis tinggi.
Sehingga jika dilakukan PADI Organik murni dimungkinkan hasil tidak optimal, karena masih
adanya ketergantungan tanah pada pupuk kimia. Penggeseran dilakukan secara bertahap.
Dimulai langsung sebesar 50% dari kebiasaan.
Hasil sementara : positif di desa Jombor.
Didesa Krajan : agak terganggu akibat kurang air pada masa pertumbuhan. Masih dicoba diatasi dengan penambahan dosis pupuk organik cair dan tabur.
PADI SEMI ORGANIK DAN PENGEMBANGAN
Rabu, 03 Februari 2010
Diposting oleh
RUMAH KITA.........
di
08.54
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar