Minggu, 28 Maret 2010


Kelebihan padi yang memakai pupuk bio organik POMI (bakteri pengurai NPK) dan Hormon HANTU, mendampingi pemakaian pupuk KIMIA yang porsinya sudah dikurangi :

- Warna gabah bening, padat berisi. Sehingga bobot randemen gabah meningkat.

- Batang masih relatif kuat (lebih kaku)

- Daun sebagian besar masih hijau ketika padi sudah menguning.

- Terbebas dari kasus "Daun Gosong / Terbakar", sehingga proses mengisi sari makanan ke dalam gabah jalan terus.

- Penyusutan berat gabah dari Gabah Kering Sawah (GKS) ke GKG (Gabah Kering Giling) relatif kecil. Hal ini yang membedakan padi Semi Organik dg Padi Kimia umumnya.

- Ketika digiling akan menghasilkan beras yang lebih kuat. Kadar menir berkurang.


Cara pemakaian Pupuk Bio Organik POMI + Hantu : (atas dasar uji coba aplikasi di sawah)

Usahakan benih ditanam pada usia maksimal 30 hari.

1. Masukkan 8 -16 tutup Pomi Kuning ke dalam tangki 14 literan

2. Tambahkan 3-5 tutup Pomi Hijau ke dalam tangki tsb

3. Masukkan 3 -5 tutup Hormon Hantu ke dalam botol kosong aqua 1 literan lalu tambahkan air secukupnya. Lalu Kocok hingga larut. Kemudian masukkan ke dalam tangki tsb

4. Jadwal penyemprotan dimulai padi usia 10 hari setelah tanam (HST), 20 HST, 30 HST, 40 HST, dan padi bunting. Keterangan : Kebutuhan 1 hektar sawah : 10 liter Pomi Kuning, 3 liter Pomi Hijau dan 1-3 liter Hormon Hantu.

5. Pemupukan pupuk Kimia (Urea, Phonska, Kcl dll) dipergunakan seperti biasanya. Namun porsinya dikurangi secara bertahap dimulai dari sebesar 40% tahap 1, sebesar 50% tahap kedua dst. hingga pemakaian pupuk Kimia hanya berkisar 30-40%. Ket : Pengurangan pupuk Kimia tetap tergantung pada kondisi tanaman. Ketika Porsi pupuk Kimia dikurangi, pemakaian pupuk organik dapat ditambahkan dosisnya.

6. Pada saat gabah mulai berisi (padi susu), dapat disemprotkan Hormon Hantu dosis rendah. 3 tutup per-tangki 14 literan.


Keterangan :

(1) Pengaruh pupuk organik tsb diatas pada tanaman agak lambat. Dapat dilihat/diketahui lk.7-10 hari setelah penyemprotan. Hal ini berbeda dg pengaruh pupuk Kimia yang hanya membutuhkan waktu 3 hari untuk melihat pengaruh ke tanaman.

(2) Pada saat ini di lapangan banyak terjadi kasus "Padi layu / mati / daun nglaras dengan cepat" setelah di lakukan pemupukan Pupuk Kimia. Ketika belum ditabur pupuk Kimia, padi tampak segar, tetapi setelah dipupuk malah langsung layu / mati. Kondisi ini banyak terjadi terutama pada sawah terhampar luas dan banyak virus menyerang.

Cara menangani hal tsb.adalah tetap mempergunakan obat kimia anti virus (banyak tersedia di toko). Lalu 2-3 hari berikutnya, disemprot pupuk organik tsb.guna mempercepat tumbuhnya tunas padi baru (anakan). Pada kondisi ini dosis penggunaan pupuk organik tsb akan bertambah. Sehingga pada akhirnya dapat terhindar dari gagal panen.

(3) Kasus lain yg banyak terjadi a.l.: padi tumbuh subur, lalu ketika katak/merkatak/njebul/ keluar malai, kondisi daun berubah warna yakni menguning lalu coklat dan nglaras. Hal ini sangat menurunkan produktifitas. Karena proses mengisi sari makanan ke dalam gabah terganggu dengan berkurangnya daun yang melakukan proses pembuatan sari makanan tsb.

Bahkan banyak diantaranya padi akan gabuk/tidak berisi.

Dengan pemakaian pupuk organik secara rutin, kondisi tsb dapat terhindar.

(4) Perlu diketahui Pupuk Organik POMI adalah berisi cairan tetes tebu yg didalamnya berisi berbagai macam mikrobia pengurai NPK, vitamin, fitohormon dll. Dengan mikrobia tsb masuk ke dalam tanah maka mikrobia tsb akan bekerja mengurai sisa-sisa bahan kimia termasuk NPK sisa pemupukan sebelumnya. Sehingga dengan NPK terurai tsb akan mudah diserap oleh tanaman.


HALLO MAS ROWI??? SELAMAT YA ATAS DINOBATKANNYA MAS ROWI SBG THE BEST GITARIS 2010. TAPI NAMA PIAGAMNYA??

RAJA PENGIN TAU LHO.






0 komentar: