Selasa, 02 Maret 2010

APRIL 2010 HARGA PUPUK KIMIA UREA NAIK ? TIDAK PERLU RISAU!!!

Dari berita media massa pada bulan April 2010 HET pupuk Urea naik dari Rp.1.200,-/kg menjadi Rp.1.800,-/kg. dengan kata lain harga 1 zak 50 kg Pupuk Urea semula Rp.60.000,- naik menjadi Rp.90.000,-
Meskipun kompensasi dilakukan pemerintah dengan cara menaikkan harga dasar gabah menjadi lk. Rp.2.500,-/kg gabah KS namun hal ini masih membuat risau banyak petani yang memiliki ketergantungan pada pupuk Urea tsb.
Menurut hemat kami, sesungguhnya hal tsb tidak perlu dirisaukan. Keputusan pemerintah tsb merupakan sebuah langkah tepat & strategis dan sekaligus pembelajaran bagi petani agar bersedia back to basic menuju Go ... Organik.
Perlu diingat kembali persoalan kekurangan stock pangan (beras) yang melanda negeri ini di tahun 2008 sehingga harus mengimpor dari luar negeri. Hal tsb sebagai dampak gagal panen yang melanda negeri ini karena munculnya bakteri penyakit baru yang menyerang tanaman pangan khususnya padi, dikenal dengan "santomonas" atau xanthomonas solanaceareum. Dengan beberapa ciri a.l. padi subur dimasa muda namun daun akan "nglaras/kering" pada saat batang / malai padi mulai muncul (katak/merkatak/njebul). Makin tua makin kering sehingga hasil produksi padi turun drastis.
Dari riset terpercaya disebutkan munculnya penyakit/bakteri tsb adalah sebagai dampak terlalu banyaknya petani mempergunakan Urea di lahan pertanian dan dalam jangka yang lama (terus menerus-over dosis). Penyakit ini menyerang pada hampir semua tanaman pangan.
Permasalahan tsb kini dapat diatasi dengan penggunaan pupuk berimbang yakni dengan mempergunakan pupuk organik pada pola budidaya pertanian. Dan telah dilakukan berbagai sosialisasi oleh dinas pertanian melalui tenaga PPL.
Namun demikian tugas meyakinkan petani akan pentingnya go organik adalah PR yang harus dilakukan secara kontinyu dan telaten, mengingat masih banyak petani yang belum sadar akan pentingnya pupuk organik.
Berkaitan dengan kenaikan harga pupuk urea tsb diatas (atau dengan kata lain telah terjadi pengurangan subsidi pemerintah pada pupuk kimia) harus dipandang dari sisi lain (manfaatnya)yakni sebagai upaya meningkatkan produksi beras (swasembada). Karena diharapkan petani akan beralih mempergunakan pupuk organik dalam budidaya pertaniannya.
Demikian pula ditinjau dari sisi perbaikan struktur tanah pertanian agar nantinya masih dapat dinikmati oleh anak cucu kita. Pemakaian pupuk organik akan membuat struktur tanah pertanian makin subur. Hal sebaliknya dengan over dosis pemakaian pupuk kimia.
-----
Kami Team AB. Amanah Berkat secara terus menerus membuat uji coba pengurangan pupuk kimia pada budidaya pertanian di berbagai tempat khususnya pertanian tanaman padi. Bahkan melakukan uji coba pertanian organik murni non kimia. Alhamdulillah berhasil sukses dan mampu meningkatkan hasil produksi dengan kisaran antara 20%-30%. (Kang Dim - 081329405446).
-----
Beberapa foto padi dibawah ini adalah hasil uji coba penerapan pupuk organik, yakni mengurangi porsi penggunaan pupuk kima dan memperbanyak pupuk organik.
-----

0 komentar: